Worth to read, kok..

August 25th, 2007 by hey-tiki

Tulisan ini terinspirasi dari seorang teman gue bernama Adzan, cewe tangguh dari fakultas Psikologi UI yang notabene merupakan temen kost gue juga.

Thanks to Adzan, sekarang bertambah pengetahuan gue.

ini yah gue kutip tulisan Adzan :


"Salah satu konsep yang gue pelajari saat itu adalah bagaimana
cara memandang kehidupan yang dapat mempengaruhi tingkah laku kita. Ada
dua cara: generous growing dan jealous limiting. Generous growing
adalah sikap seseorang yang murah hati dan seneng ngembangin atau
nyenengin orang lain. Orang-orang ini mandang kehidupan dipenuhi oleh
anugerah sehingga mereka mrasa aman dan bahagia dengan dirinya sendiri,
seneng berbagi, seneng liat orang lain tumbuh dan berkembang, dst, dsb.
Sedangkan jealous limiting adalah sikap seseorang yang iri
hati dan slalu membatasi orang lain untuk merasa senang dan berkembang.
Orang-orang kayak gini mandang kehidupan ini terbatas jumlahnya
sehingga mereka sulit berbagi, slalu ingin lebih dibandingkan ama orang
lain, slalu khawatir ato gak seneng bila liat orang lain sukses.
"


ok.
GENEROUS GROWING dan JEALOUS LIMITING

seperti yang udah ditulis Adzan, poin penting dari Generous Growing adalah :

  • sikap murah hati
  • senang mengembangkan dirinya sendiri DAN membantu orang lain untuk berkembang
  • bahagia dengan keadaan dirinya sendiri
  • senang berbagi
  • senang melihat orang lain berkembang dan bahagia

contoh orang yang Generous Growing sebenernya banyak ditemui di kehidupan kita sehari-hari. nggak usah membayangkan yang terlalu muluk deh.. mari kita coba liat dari hal-hal kecil.

- murah hati.
sebaiknya kita nggak ngukur bahwa seseorang itu murah hati atau tidak dengan banyaknya uang yang dia berikan pada orang lain, atau volume darah yang dia donorkan untuk orang yang perlu.
coba kita liat di sekitar, pernah nggak kita ngliat orang yang selalu merogoh saku celananya ketika melihat pengemis, walaupun ternyata di saku nya nggak ada uang sepeserpun untuk dia berikan dan kemudian melintas raut kecewa di wajah nya dan akhirnyapun dia berlalu saja tanpa memberi apapun pada si pengemis?

itu sudah murah hati loh.. atau coba liat orang yang nggak pernah lupa bilang "Terimakasih", orang yang nggak lupa bilang "tolong" ketika nyuruh sesuatu ke pembantunya, yang spontan minta maaf ketika kesenggol orang di jalan tanpa mikir bahwa itu bukan salah dia, yang menolak pengamen dengan tersenyum, dan orang yang selalu bilang "permisi" ketika lewat di hadapan orang lain.

hal-hal remeh kan? tapi it does really mean for somebody.
orang pasti tau dan bisa bedain, mana senyum yang tulus dan mana senyum yang "basi". dan seperti kasus yang tadi, ketika lo emang ternyata nggak punya uang sepeserpun untuk mewujudkan niat baik lo ngasi si pengemis, gue yakin saat lo senyum ke pengemis dengan tulus, itu sepersekian persen udah mengurangi kegelisahan hatinya dia karena belom makan seharian dan dia pasti tau, lo udah punya niat untuk ber-murah hati sama dia.

"semua yang datangnya dari hati, pasti akan sampainya ke hati.."

yang namanya niat baik, pasti udah dicatet malaikat sebagai amal. begitu pula ketika lo tersenyum, bilang "terimakasih", "maaf", "tolong", "permisi". semua bisa jadi tabungan amal asal niat kita bersih dan positif.

yah tentu aja akan lebih baik kalo kita banyak memberi sih.. gue bukan mau sok religius ya di sini, tapi kalo boleh ngutip apa yang pernah gue denger dari ustadz Arifin Ilham di sebuah pengajian ibu-ibu, "makin banyak kita memberi, makin banyak yang kita terima".

selain kasus pengemis, bagi gue, memberi uang sekedarnya ke kaum yang kurang beruntung itu bentuk apresiasi juga. contohnya kalo menghadapi pengamen. kalo emang situasinya memungkinkan, nggak ada salahnya kita nggak buru-buru nolak pengamen. coba dengerin aja dikit lagunya. perhatiin skill dia main gitar atau tone suaranya. buat gue pribadi, hal-hal itu harus dikasi apresiasi. kadang kalo emang pengamen yang gue temui emang suaranya stabil (ngga perlu bagus) atau main instrumen musik dengan nada yang nggak asal "genjreng", gue merasa perlu untuk memberi penghargaan buat pengamen itu. entah ditambahin 1000 rupiah dari pengamen yg biasa aja, atau sekalian kasi uang yang bukan recehan. so, beramal bukan hanya karena dasar kasihan, tapi berdasarkan apresiasi.

2. mengembangkan diri sendiri dan orang lain. jangan dulu pnya asumsi negatif sama orang yang sibuk atau pecicilan. jangan memandang sebelah mata sama orang-orang yang aktif berorganisasi atau jadi pemerhati politik. ada kala nya, orang menganggap "ngapain sih ikut2an gituan, bikin ribet diri sendiri aja, mending jalan2, santai2, ngopi2..". hal kaya gini biasanya keluar dari mulut orang yang nggak suka aktif dalam suatu perkumpulan, kegiatan, atau organisasi.

PENGALAMAN. itu aja kata kuncinya. cuma pengalaman yang bisa membantu kita untk mengembangkan diri. dengan punya pengalaman, pasti kita jadi belajar ilmu baru. dan memperkaya wawasan itu adalah sesuatu yang nggak ternilai harganya.

kadang ada orang yang gue temui, dia justru merasa bangga dengan ke-nganggur-an nya.buat gue sih aneh.
atau, dia ribet dengan satu komunitas tapi menutup diri buat hal yang lain-lain. contoh : misalnya seseorang adalah anak "perkumpulan copet".tiap hari mainnya harus di "perkumpulan copet", pacar nya harus copet, ipar nya harus anak copet juga, temennya harus copet. ya begitulah. menurut lo enak ngga sih hidup kaya gitu? jadi pengetahuan yang lo punya cuma pengetahuan copet doang seumur hidup lo? males? gue sih males.

3. senang berbagi. well.. kalo berbagi dengan yang lebih membutuhkan, itu klise lah ya. itu emang udah wajib hukumnya. coba kita persempit. pernah nggak nerima oleh-oleh dari temen lo yang baru dari luar kota, berupa satu bungkus keripik berat 100gr, yang harus dibagi-bagi sama 50 orang temen sekelas lo? lagi-lagi kalo gue boleh bilang, kita ngga seharusnya kemudian mengeluh apalagi menghujat. bilang kalo dia nggak niat bawain oleh-oleh lah, pelit lah, medit lah. coba bayangin, dengan dia inget sama temen2nya dan bawain oleh2 aja itu udah tanda kalo dia pengeeeen bgt berbagi kebahagiaannya dia sama temen2nya. Generous kan?
siapa yang tau kalo dia ternyata cuma punya uang 10.000 rupiah, yang SEBENERNYA bisa dia abis2in buat blanja2 barang2 yang dia seneng. tapi kenyataannya, yang 5000 dia sisihin buat beli oleh-oleh buat temen-temennya. sedih kan dia karena niatnya dia ngga dihargai sama temen2nya?

makanya tadi di awal gue bilang, "terimakasih" aja, itu udah berarti bgt buat seseorang.jangan lupa bilang terimakasih buat apapun yang kamu trima dari orang lain, baik itu cuma jasa nyebrangin jalan, kaos-kaos lucu, jam mewah, atau sekedar 1 gram remahan kripik kentang dari temen kamu.

4. senang melihat orang lain bahagia.
ada beberapa kata-kata sakti penyejuk jiwa selain "terimakasih","tolong","maaf","permisi". ketika kamu ulangtaun, seneng nggak kalo banyak temen kamu yang ngasi ucapan selamat? atau waktu kamu wisuda, pindahan rumah, lulus ujian, atau baru jadian?

jangan bo’ong deh, pasti seneng kan?! ini dia contoh berbagi kebahagiaan yg lain. forgive me of being forgetful.. gue akui gue pun banyakkan lupa daripada inget tanggal ulangtahun orang.pernah juga gue alami, gue baru inget kalo ada temen gue yang ulangtahun, pas gue mau sms, mendadak gue urung. gue inget kalo pulsa gue tinggal dikit, dan terbersit di pikiran gue, "ini pulsa mendingan gue pake buat smsan sama pacar gue".
Saat kemudian pulsa gue abis (buat smsan sama pacar gue), gue jadi nyesel, duh kenapa ya timbang 350 rupiah doang gue ga mau korbanin?padahal, mungkin nilai smsnya lebih berarti buat temen gue yang ulang taun (secara dia pasti seneng toh ada yang merhatiin dia di hari ultahnya) daripada buat pacar gue yang emang notabene hampir tiap hari ketemu pada saat itu.

gue, sebagai manusia, mungkin memang belum pantas untuk dapat dikategorikan sebagai orang yang Generous Growing. tapi sebagai manusia juga gue sadar untuk selalu belajar dari semua pengalaman dan pengetahuan gue, gue sadar bahwa diperlukan kemauan, ketulusan, dan usaha, untuk mewujudkan diri kita sendiri sebagai pribadi Generous Growing. semoga..

okelah.mari kita beralih ke tipe Jealous Limiting. poin menonjol dari tipe Jealous Limiting adalah :

  • iri
    hati
  • slalu membatasi orang lain untuk merasa senang dan berkembang
  • sulit berbagi
  • merasa tersaingi dengan orang-orang di sekitarnya
  • bersikap khawatir dan tidak senang melihat orang lain sukses

kalo diliat, tentu nggak ada yang bisa dibanggakan ‘kan dari poin-poin negatif nya si Jealous Limiting? secara gue udah memaparkan beberapa point-of-view gue tentang hal-hal yang mungkin adalah gambaran tipe Generous Growing, pastinya kalo ngomongin lawannya, si Jealous Limiting, udah tinggal yang jelek-jelek nya aja toh?

1. iri hati. nah, denger kata "iri" aja konotasinya udah ngga enak. tibatiba nyeletuk "ih sumpah deh tengil bgt tu anak!sok cantik deh!", padahal ketika kita liat ke arah orang yang diomongin, kita mengakui dalam hati kalo orang yang lewat itu EMANG CANTIK. lagipula, dia cuma lewat aja di depan kita, kok bisa-bisa nya kita SOK KENAL dan SOK TAU kalo dia itu tengil?? hal kecil gitu aja udah membuktikan bahwa ada rasa iri sama kecantikan orang yang lewat itu.
Jaman sekarang kayaknya halhal yang remeh cepet bgt bikin orang iri dan kemudian berkembang jadi sirik yang nggak sehat.
-orang udah cantik dari lahir (maksudnya ngga perlu make-up udah cantik gitu) jadi salah di mata si-orang-iri.
-orang punya temen lebih banyak dari dia (DIA refer to : si-orang-iri) juga salah..
-orang lebih pintar dari dia salah juga..
-orang pernah ke tempat-tempat yang dia blom pernah datengin, salaaah..
-orang punya uang lebih banyak, salaaaaahhh….
-orang punya pacar lebih ganteng dari pacar dia, salah lagiii…

ih. capek ngga sih jadi orang iri?
kenapa nggak mengakui aja kalo emang ada orang lain yang lebih unggul dari kita? toh kita justru bisa banyak belajar dari orang tersebut?
let say,
kalo ngiri sama orang yang lebih bisa diterima di masyarakat (baca: G4uL , hehe:D), coba kita mengakrabkan diri sama dia, kita serap ilmu "berteman" yang dia punya. sejauh ngga bertentangan sama nilai-nilai yang kita anut, kayanya itu malah menguntungkan kita kan?

sama orang yang lebih cantik, buat apa ngiri?akuin aja dan pelajari aja bagaimana cara dia berpenampilan. gue di sini bukan ngajarin untuk meniru identitas orang lain lho.. kita semua, manusia, udah lahir dengan identitas masing-masing, yang semuanya itu positif. kita semua terlahir cantik. bagaimana cara kita mempresentasikan apa yang kita miliki itu aja yang perlu sedikit strategi.bangga lah dengan diri kita sendiri. dengan begitu orang akan menilai kita POSITIF.

positif = cantik!

2.membatasi orang untuk berkembang.
contohnya gini, kita punya tetangga yang bahasa inggrisnya payah.pokoknya kita jauh lebih jago dari dia deh. lalu suatu hari, tetangga kita bilang kalo dia mau les bahasa inggris, lalu spontan kita menjawab "alaaah..ngapain sih..mahal tauk, buang2 duit. udah ngga usah.."
kata-kata kita itu, pasti menggoyahkan niatnya tetangga kan? hey! ada apa sih? kok ngga seneng liat orang selangkah lebih maju? takut kalah ya??

TAKUT KALAH. thats the key word for this type of person. dengan takut kalah, sama aja kita memberi statement bahwa kita SUDAH KALAH. kasian kan? gue sih kasian bgt liatnya..

atau, pacar temen kita cantik dan pinter bgt, suatu hari ketika mereka ada sedikit masalah, kita bilang gini "udahlah putus aja, ngapain sih lo?kaya ngga ada cewe lain aja?!"

idiiiiiihhh…ini mah ketauan bgt ngiri nya.TAKUT KALAH CANTIK. hehehehe gila deh kasian bgt.. cemburu niiiyeeeeee…. ;D

3. sulit berbagi.
duh, langsung aja ya..yg bisa gue bilang cuma MEDIT! berbagi apa aja deh.. ya uang, ya kebahagiaan…semua diambil sendiri, "di-pek dhewe" kalo kata orang jawa. yang bikin kasian yaaa…kalo kebetulan dia muslim (sekali lagi, gue bukan sok religius, tapi gue ngga tau isi ajaran agama lain selain agama yang gue anut, jadi gue ngasi contoh pake agama gue sendiri), berarti ya kasian.. semakin sedikit yang dia "berikan", semakin sedikit juga dia "menerima". fair enough, ‘kan?

hehehehehehehe.
well..well…
memang
banyak orang tipe Generous Growing yang bisa kita temui di lingkungan kita sehari-hari.. tapi TERNYATA tipe Jealous Limiting LEBIH BANYAK LAGI!

secara kebetulan, ketika gue membaca blog
nya si Adzan, gue merasa ada link antara tulisan Adzan dengan sebuah
masalah sosial yang pasti pernah dialami semua orang di dunia :
di-sirik-in.

semua yang ngalamin, pasti berpendapat bahwa di-sirik-in adalah keadaan yang sedikit banyak "tidak adil".



sekalipun begitu fakta nya, dengan tulisan ini gue mau ngajak semua yang baca untuk mulai meninggalkan sifat2 negatif dan mengembangkan sifat2 positif seperti si-Generous-Growing..

yang merasa dirinya masih jadi si-Jealous-Limiting, yg negatif mending di-ilang-in cepet2 deh sebelum lo DITINGGALIN orang-orang di sekitar lo..

Life’s Hard, baby… but there are a zillions way to make it more easier, and being positive is one of them.

ingat ya temans… selalu senyum dengan tulus, bilang "terimakasih" untuk hal paling kecil sekalipun, bilang "kata-kata sakti" lain, dan bangga menjadi diri sendiri.

ngiri dan sirik cuma bikin capek. tapi kalo kamu emang senengnya ber-capek-capek, yaaa… silakan.. hak lo kok.paling lo rugi aja ga bisa menikmati indahnya dunia.

dan yang paling penting :
"segala yang datang dari hati, pasti sampai ke hati juga"

BE A GENEROUS GROWING ONE!

cheers!

catatan untuk Adzan (jika kamu membaca ini sayangkuuu.) : tolong koreksinya ya Dzan kalo gue ada salah2 nulis. nice to share knowledges with you.. :)

kalo kata Tere, “Tak Ingin Usai”..

June 3rd, 2007 by hey-tiki

di tengah-tengah perasaan remuk redam, gue mencoba membangkitkan mood dengan mendengarkan lagu-lagu dengan nada gembira-ceria dari iPod.. sampai lah pada lagu "tak ingin usai" nya Tere..

eh..
kok mendadak hati tersentil ya?

intinya lagu ini lumayan menghibur gue (ciih boong..hahahah!)

ini dia liriknya :

Coba pejamkan kedua matamu

Redakan sejenak ledakan di dada

Temukan yang kau mau dalam keheningan hati dan relung

Kau tak perlu terburu putuskan

Renungkan semua yang ada

Dan jika masih ada tersisa

Sepotong rasa tersimpan di jiwa ooh

Maka renungkanlah sluruh tembok angkuh jiwamu, kasihku

Tolong lenyapkan saja itu

Remukkan semua yang menghalang

Karna sesungguhnya diriku pun tak ingin usai

Tak ingin akhiri semua ini

Meski mungkin sulit, diriku

Tetap tak ingin usai

Tak ingin akhiri semua ini

Bagai  sejenak dapatkah coba kuberi

Agar aku terus bersamamu

Jangan lagi ada amarah

Tidakkah kau mengerti?

Bahwa ku tak ingin, tak ingin usai..

Fenomena Burger King di Jakarta

May 13th, 2007 by hey-tiki

Raja Burger, BURGER KING, akhirnya membuka lagi satu gerai nya di Indonesia setelah bertahun-tahun hengkang dari Republik ini.
Seingat
gue, waktu gue kecil (belom masuk SD), gue pernah makan di Burger King.
Ketika itu gue makan menu paket anak-anak yang berhadiah sebuah botol
minum mini warna biru dengan tutup hijau muda, tentunya lengkap dengan
tulisan Burger King di permukaan botol nya. gue sangat ingat momen itu,
karena botol minum mini itu masih ada di kehidupan gue sampai dengan
gue kelas 5 SD!

tapi sepertinya orangtua gue kurang suka
panganan burger, maka tidak pernah keluarga gue mengajak-ngajak gue ke
burger king lagi sampai seluruh gerai Burger King di Jakarta dinyatakan
tutup. alhasil gue nggak punya memori apa-apa tentang Burger King
kecuali memori tentang botol minum biru itu.

tahun demi tahun berlalu,
gue
kemudian berkesempatan untuk bertemu lagi dengan Burger King ketika gue
kelas 3 SMA. ketika itu gue dan teman-teman yang dikirim oleh Depdiknas
untuk ikut sebuah kegiatan internasional di Singapura, sedang
berpelesir ke Pulau Sentosa, dan kami diberi makan siang berupa menu
Burger King. se-sederhana itu. lagi-lagi, gue tidak punya memori khusus
tentang Burger King.

tahun demi tahun berlalu lagi,
Awal
tahun 2007, gue berkesempatan pergi lagi ke Singapura. Pada suatu
kesempatan, gue kembali makan burger buatan Burger King.  Biasa saja.
buat gue yang hobi makan, burger dari Burger King memang enak. tapi
tidak adiktif. lagipula, gue nggak terlalu tertarik pada burger
(lagi-lagi gue rasa ini faktor pola asuhan keluarga juga yang tidak
membiasakan anak makan burger). gue lebih suka menu-menu sepinggan
seperti pasta, nasi goreng, mie goreng, atau apalah.
jadi yasudah.
Burger King menjadi hal yang tidak ada istimewanya buat gue. bagaimana
mau istimewa? bahkan Burger King sekarang tidak punya menu yang
berhadiah botol minum?

Sekembalinya gue dari Singapura, gue
mulai mendengar bisik-bisik orang-orang Jakarta, bahwa Burger King akan
kembali membuka gerainya di Jakarta. reaksi gue? ya biasa-biasa saja.
Sampai ketika suatu malam, gue jalan-jalan ke Senayan City. Barulah gue
sadar betapa besar arti Burger King bagi warga Jakarta. Iklan-iklan
raksasa bergambar burger sudah bertebaran di mana-mana, seolah
memperingatkan warga Jakarta bahwa sebentar lagi akan datang Sang Raja
(burger).

Selain itu, terdengar juga di kuping gue beberapa bisikan AGJ (Anak Gaul Jakarta) yang kebetulan melintas di depan gue,

"iya ya, nggak sabar banget Burger King buka"

gue
mulai heran. ada apa ini? apa gue sudah melewatkan sesuatu di Jakarta?
kenapa gue merasa si Raja Burger ini biasa-biasa saja? ah..lagipula
rasa-rasa nya tadi pagi di koran Kompas yang gue baca, nggak ada kok
membahas burger. berarti siapakah sekarang yang "ketinggalan jaman"?
aku atau koran Kompas? ah sudahlah, toh nggak segitu pentingnya untuk
gue pikirin..

minggu demi minggu berlalu,
suatu hari gue
pergi lagi ke Senayan City, ternyata..Burger King belum buka juga. tapi
iklan-iklan raksasanya makin banyak. makin marak. tanpa merasa perlu
peduli. gue kembali menjalani hari.

minggu depan,
entah mulut siapa yang bicara, tapi tiba-tiba gue mendengar kalimat
"EH BURGER KING UDAH BUKA! Gila deh antriannya! ngalahin antrian JCO waktu baru buka!"

intinya,
pada saat itu, gue nggak percaya. ya bagaimana mau percaya, akhir-akhir
ini bisnis burger sedemikian marak di Jakarta dan sekitarnya.
diprakarsai oleh Blenger Burger, mulai lah bermunculan burger-burger
homemade yang mendadak trendy, ya Klenger Burger, Aussi Burger, D’Goes,
semua serba burger deh. jadi buat gue kemunculan Burger King juga
mungkin hanya untuk meramaikan khasanah makanan trendy ini saja, itu
yang gue pikir.

nggak lama, ketika ngobrol dengan seorang teman, gue iseng-iseng mengkonfirmasi rumor yang gue dengar tentang si Raja Burger.
"eh, emang katanya Burger King ngantrinya gila-gilaan ya?"

tak
disangka, temen gue tersebut mengkonfirmasi kebenaran berita itu.
bahkan katanya, ngantrinya bisa DUA JAM!itu pun, saking membludaknya
permintaan, pihak Burger King membatasi jumlah pesanan, yaitu maksimal
lima burger per-orang.

OH. OK. kali ini gue benar-benar heran. nggak habis pikir.

nggak.
gue nggak akan bilang, "emang apa sih istimewanya Burger King?" karena
gue yakin kalo gue memandang dari sisi lain, mungkin saja memang banyak
orang-orang yang mengidolakan kualitas rasa dari Burger King. masalah
itu sih gue sangat paham. sebagai pecinta makanan gue sangat maklum
jika ada orang yang fanatik-cita-rasa semacam itu karena gue pun
mengalaminya dan gue nggak berhak menghakimi orang atas lidah mereka.

yang
membuat gue tidak habis pikir adalah, ada apa ini di Jakarta? mengapa
Burger King sejak berbulan-bulan sebelum gerainya dibuka orang-orang
sudah ramai mempersiapkan penyambutannya?mengapa sambutan warga Jakarta
sedemikian besarnya terhadap Burger King? apa ini fenomena baru?

seminggu
kemudian, gue mengobrol lewat Yahoo Messanger dengan dua orang kawan.
sampailah ke topik apa rencana kami masing-masing di week-end kali ini.
tanpa sengaja, temen gue mengeluarkan statement kocak
"ayo kita ke Sency aja, beli popcorn trus nontonin orang ngantri Burger King"
ibarat peristiwa mengantri itu udah jadi tontonan alternatif hiburan.
seketika gue setuju, pikir punya pikir, pengen juga gue membuktikan mata gue, benarkah antrian Burger King sedemikian hebatnya?

dan..
ternyata
memang terbukti. Burger King dipadati manusia dalam antrian. dan
percayalah, antriannya sungguh panjang. persis orang desa mengantri
beras  di operasi pasar Bulog.

ada beberapa kemungkinan :
1. cita rasa menu makanan Burger King memang luar biasa enaknya
2.
warga Jakarta ingin nostalgia ke masa-masa dahulu ketika Burger King
masih eksis di Jakarta, bukan tidak mungkin mereka punya kenangan manis
ketika di Burger King dahulu.
3. hanya trend belaka yang mendadak melanda Jakarta

dari
tiga kemungkinan, jika disinkronisasikan dengan penglihatan gue kala
itu, sepertinya kemungkinan nomor dua harus dihapus deh, karena sejauh
mata memandang. pengantri BUrger King itu mayoritas anak ABG yang gue
tebak masih sekolah di SMP atau SMA, jadi agak mustahil deh mereka udah
lahir di kala gue dapet botol minum biru itu. jadi mereka harusnya
nggak punya kenangan indah masa kecil di Burger King ‘kan?

benarkah ini trend?
trend apa?

trend mengantri?

wisata kuliner-ing (bad habit?)

May 13th, 2007 by hey-tiki

Thing that really made my day :

My score for UTS Kritik Sastra is 5,9.
well yes I know I supposed to be upset to get only number FIVE,
but in fact,  my prediction for my score was not-more-than-5. hehe. conclusion : I’m happy.


*happy*

after
the Kritik Sastra class over, me and Marlene ran the plan to
rendre-visit to Madame Okke’s house. My prof, madame Okke, had been
resting in her house for two weeks because of her kidney and digestive
problem. we went to Fakultas Psikologi to buy some fancy bread to be
brought to her house, then we went back to FIB to pick up some friends.

here it goes, "menjenguk ibu Okke" event :

hmmm… then I picked up my sister from school and..we were WISATA KULINER-ing! yeaaaaahhh.

so
this new cozy spot around the corner located in Permata Hijau. hold on
your breath ’till I shout what do they offer as their specialities..
*drum rolling*  PANCAKE and WAFFLES !!!  *big applause*

 bon, je vous present PANCIOUS, The Pancake House.. *another big applause*

this
super cozy place offers huge selections of homemade pancake and waffles
of your wish! you can add caramel, chocolate, and many kind of syrups.
and guess what, they serve the pancake and waffles with a bottle of
MAPLE SYRUP! yiep. not only one-two drops of syrup, you could have your maple syrup FLOODING your buttery pancake!

for
those who doesnt really crave for sweet-sensation of pancakes, Pancious
would help you with their mouth-watering selection of pastas,
sandwiches, tid-bits finger food, and other kind of international food.



my eyes strucked with the drinks list, I saw
HOT WHITE CHOCOLATE drink and I was straight to order it.

at my first zip… gooodiiiieeee… it feels like heaven..

rainy afternoon, combine with hot white chocolate means a lot like heaven, baby… trust me.. it taste soOoO GOOD!

ok. the food.

I ordered their recommended menu, the classic Pancious Pancake.  (one original pancake, one caramel pancake, and one chocolate pancake, complete with butter and a BOTTLE of maple syrup)


while my sister ordered the one with the classic vanilla ice cream.

and both menu taste like HEAVEN!!!! no over-sweet. no greasy feeling. no complain!
   

what
makes the afternoon more perfect was.. their price are affordable! with
a super-cozy place, pool side view, comfort seats and table, a
super-fine taste, and friendly cafe-girl/boy,  each menu not costs you more than Rp. 20.000.-

MAK NYOOOOOSSSSS!!!!!

Celaka EMPAT belas!!

May 13th, 2007 by hey-tiki

*sigh*
untuk melengkapi penderitaanku..
tadi
malem, eh, pagi, eh, ya kira-kira jam 2 atau jam 3 gitulah.. gue
kepleset di kamar mandi. hasilnya? kaki kanan bengkak dan biru dan
SAKIT tentunya.. :(

gue meyakini kejadian tersebut adalah akibat
obat-obatan pembunuh virus flu yang gue minum..menyebabkan kantuk
teramat saat hingga pipis pun aku setengah sadar, baru bener2 bangun
waktu udah kepleset. dan nasi sudah menjadi bubur… kaki sudah menjadi
kaki bengkak… oooh saakiiiiit…. :”’(

terlihatkah perbedaan warna kulit kaki gue yang udah segede alaihim bengkaknya ini? itu looh yang biru..

jelek sekali bukan??

anyway, gue bener2 kesusahan untuk jalan karena sumpedeh sakit dibuat jalan.

hari ini gue terpaksa jalan lah ya..(emang dipikir hidup bisa diatur seenaknya?)

saking
menderitanya.. I treated myself a SUSHI lunch di Sushi Tei Senayan
City. tapi ohmaigat, jalan kesono nya aja udah susye beneer..

                                                                                                         

oya, hari ini gue dibantu oleh 2 sendal jepit tercinta-ku..
sandal jepit putih buluk Roxy, dan si ijo-gembira Havaiianas. terimakasih sandal-sandal kuu..
 
   

Celaka Tiga Belas

May 13th, 2007 by hey-tiki

* ngidam nyalon dari hari
minggu, tapi setelah menimbang-nimbang, karena kuliah baru selesai sore
dan harus ada di rumah iyim by maghrib, niatan ke salon gue batalin,
dengan pikiran "ah besok kan juga masih sempet".

* hari senin (16 april 2007), entah apa yang terjadi,
tiba-tiba semua setting-an di handphone Nokia 6230i gue berubah semua.
the worst part : all contact numbers are gone! coba, bayangin kaya apa
rasanya?

* hari selasa (17 april 2007). bangun tidur udah mulai ngrasa
tenggorokan gue sakit. tau sih sebabnya, pasti gara-gara gue rakus
banget makan nasi kuning plus martabak kubang yang memakai segala
minyak entah apa itu.

* (masih selasa) gue ke rumah adhit buat ngurusin design dan
nge-scan ijazah dan transkrip si iyim. gak sempet lama karena gue liat
cuaca udah mendung-mendung gitu. dan rumah adhit adalah jalur gang-gang
yang super ribet dan gak bisa dilewatin mobil sehingga mau gak mau
harus jalan kaki.

* yak di perjalanan pulang dari rumah adhit. JENG JRENG! hujan
turun dengan derasnya bagaikan tumpah dari langit. bener-bener deres
cuy. dan tidak memberi kesempatan buat gue untuk mencari tempat
berteduh ataupun sekedar membuka payung gue dulu.

* dalam keadaan basah kuyup (i mean it, BASAH KUYUP!) gue
akhirnya duduk sendu bagaikan anak ilang di halte. memandangi hujan
yang makin lama makin heboh aja derasnya. beneran kawan, ini benerbener
deres, walopun di halte pun lo akan tetep basah karena air hujannya
kebawa angin.

* semakin basah semakin dingin, dan gue rasanya udah pengen
banget nangis MENGINGAT, gue ada training di rektorat jam 13.30 dan gue
ga punya celana dan sepatu cadangan.

* begitu hujan mereda sedikit, gue nekat sunekat jalan lagi.
payung yang nasibnya udah naas banget karena kena angin kenceng pu gue
buka. satu-satunya plastik yang gue punya akhrnya gue pake buat
ngebungkus ijazah si iyim, dan henpon gue. kain-kain mama iyim yang gue
bawa gue dekap di dada, dan berjalanlah gue dengan gagah berani
menembus gerimis (eh enggak enggak, itu itungannya masih ujan)

* sesampainya di kamar kost, gue nangis sejadi-jadinya. (FYI,
gatau kenapa gue emang suka nangis kalo abis keujanan), celana gue
angin-anginin di depan kipas angin walaupun gue tau itu celana mustahil
kering.

* kemudian gue mandi, keramas, sambil tetep rewel sendiri,
nangis-nangisan kaya pelem india (minus adegan meluk-meluk pohon
siy..).

* dengan hati miris, gue pake lagi tuh jeans yang jadi dingin
amit-amit. tadinya udah mau nyerah, gamau dateng training. ah tapi masa
gue kehilangan kerjaan cuma gara-gara manja doang ama baju basah.
yaudah deh, akhirnya gue maju terus pantang mundur ke pangkalan ojek
stasiun.

* selama training, astaghfirullah AC nya dingin luar biasa
(pertanda rektorat rajin servis AC, baguss..), kebayang dong apa
rasanya AC+celana basah+sepatu basah?
* hasilnya? gue sukses langsung terkapar sakit. yeah. demam. pilek.
batuk. lemes. dan rewel.

* rabu, 18 april 2007. hari ini seharusnya ada kuliah
pengganti buat mata kuliah Teater Prancis. dan seharusnya gue dan
marlene presentasi hari ini. nah, karena sakit flu berat ini telah
merusak segalanya, gue dan marlene pun bagi tugas. marlene begadang
semaleman dan gue ambil jatah ngerjain sepagian. gue bolos kuliah yang
pagi demi nyelesein tugas itu. siangnya baru gue berangkat ke kampus,
dan tebak apa? dosennya nggak ngajar!  COBA?!?!?! bagaimana
rasanya?!?!?!

* sehubungan dengan kesaksian temen-temen gue yang menyatakan
bahwa gue sangat pucat dan terlihat tidak berdaya…. yasudah,
pulanglah gue. kembali terkapar di tempat tidur gue yang kini penuh
virus. Ooooohhh….. betapa menyedihkannya….

Seberapa Pantas?

March 25th, 2007 by hey-tiki

dikirimkan seseorang ke dalam kotak suratku hari ini. betapa cinta menciptakan banyak sekali pertanyaan, tanpa punya jawaban yang bisa menghapus tanda tanya. benar-benar tanpa logika…dan aku pun tak tau bagaimana menjawabnya.

————————————————————
———————————————————–

the question :
-seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu? (kamu sangat pantas)

-cukup indahkah dirimu untuk slalu ku nantikan? (kamu sangat indah)

-mampukah kau hadir didalam stiap mimpi burukku? (ini bener2 pertanyaan)
-mampukah kita bertahan disaat kita jauh? (ini juga pertanyaan)

-seberapa hebatkah kau untukku kubanggakan? (aku bangga terhadapmu)

-cukup tangguhkah dirimu untuk slalu ku andalkan? (aku memanga slalu mengandalkanmu)

-mampukah kau bertahan dengan hidupku yang malang? (moga2 tidak malang)
-sanggupkah kau meyakinkan ku disaatku bimbang? (aku yakin kamu bisa)

here’s the fact :

celakanya, hanya kaulah yang benar2 aku tunggu..
kau lah yang benar2 memahamiku..
kau pergi dan hilang kemana pun kau suka..

celakanya hanya kau lah yang pantas untuk aku banggakan, hanya kaulah yang pantas aku andalkan.
diantara peri aku slalu menantimu..

the third

:
mungkin kini kau tlah menghilang tanpa jejak..
mengubur semua indah kenangan..
tapi aku slalu menunggumu disini..
bila saja kau berubah pikirann..

masih ada kapal (terbang) ke padang

February 22nd, 2007 by hey-tiki

hm.
sebenernya gue gak excited sih dengan rencana ke Padang week-end ini. padahal ini pertama kali nya gue akan menginjakkan kaki di pulau Sumatra. gue bahkan gak tau disana mau kemana aja, atau yang biasanya jadi kesenangan gue, mikirin di sana mau makan apa aja (pola pikir orang gendut.dasar.). pas gue cerita hal ini sama temen gue, brengseknya dia malah nakut-nakutin, "tik, jangan-jangan pertanda buruk.."
ah sial.
temen gue yang bernama Rara itu kemudian melancarkan teror (padahal udah gue ancem mau gue sumpel pake kaos kaki gue segala),

"iya tik… kok gue jadi ngeri ya?padang tuh jauh loh Tik.."
"diem lo Ra"
"tik tik tik, lo naik apa? Adam air?"

"Ra! rese ah.. enggak. naik Lion"

"ah!gila lo tik! waktu ke medan ajaa.. *gantung*"

"tau ah!"

"kan biasanya naik Garuda Tik, lu kan ada member, kenapa ga naik Garuda?"

"jadwalnya gak pas. cuma terbang 2x sehari lagi"

"tik, mending lu ketemu teguh dulu sebelum brangkat.. minta maaf, pamitan..trus minta anter ke airport sama ade-ade lo Tik.."
"RARA!!!STOP IT!!"


hhffff……
tapi ketika tiket udah di tangan, kenapa gue jadi horor yaa. damn… semua gara-gara si Rara!

Padang here I come

February 22nd, 2007 by hey-tiki

Kamis, 22 Februari 2007

* kuliah menegangkan.
* ke dokter, biru-biru di tangan gue semakin hot aja. semoga sebelum sabtu udah ilang
* ke Bayu Buana, bayar dan issue tiket ke Padang.
* lunch @chopstik, gue mulai desperate dengan diet gue.. ah!
* belum berkomunikasi dengan teguh darmawan
* berusaha konsentrasi dengan roman yang harus gue presentasiin besok pagi. ergh!
* anyway, gue sangat bersyukur mendapatkan seat di pesawat lain selain ADAM AIR. aaah aku paranoid! dalam 5 tahun terakhir gue ga pernah naik armada udara Indonesia lain selain Garuda, dan sekarang gue emang khawatir! semoga Lion Air akan membawaku dengan selamat ke Padang. eeeeerrrrwwwww….
* I finally found my initial pendant. yippie..
* membaca roman cinta-cintaan buat tugas besok sukses membuat gue kangen Teguh dan membuat gue cukup sulit berkonsentrasi, thats why I take a break and post this daily-report.
* last but not least, I feel sucks. Daaaaaaamnn iiiiiiiiittttt!!!!

wedding song request *cuy!*

February 22nd, 2007 by hey-tiki

shall I request this song to be sung on my wedding day..

- Je Serai La -

Oublie tes erreurs et tes peurs
Je les efface
A chaque faux pas que tu feras
Je tomberai à ta place
Mon seul plaisir sera de t’offrir une vie idéale
Sans peine et sans mal

Refrain :
J’ai découvert qui je suis
Tout a changé le jour où je t’ai donné la vie
Et si jamais le monde t’es trop cruel
Je serai là toujours pour toi

Que tous tes amours soient sûrs
Tes amis sincères
Pour toi un domaine
Où la haine est la seule étrangère

Je ferai un monde où tout ira bien
Tu seras jamais seul tu manqueras de rien

(Reff)

Je voudrais pouvoir tout savoir
Pour te donner une vision plus claire
De ce mystère que l’on appelle la vie

Mon seul désir sera de t’offrir une vie idéale
Sans peine et sans mal
(Reff)

PS : mes cheres amis, its gonna be fun kalo kita open recruitment yaa… hahaha. I’m about to call the Banci-Tampils! ayo ayo siapa yang akan menyanyi.. Astari Djamain? Audrey Cullum? Narmi Yunishara? hahahahah!