Worth to read, kok..
August 25th, 2007 by hey-tikiTulisan ini terinspirasi dari seorang teman gue bernama Adzan, cewe tangguh dari fakultas Psikologi UI yang notabene merupakan temen kost gue juga.
Thanks to Adzan, sekarang bertambah pengetahuan gue.
ini yah gue kutip tulisan Adzan :
"Salah satu konsep yang gue pelajari saat itu adalah bagaimana
cara memandang kehidupan yang dapat mempengaruhi tingkah laku kita. Ada
dua cara: generous growing dan jealous limiting. Generous growing
adalah sikap seseorang yang murah hati dan seneng ngembangin atau
nyenengin orang lain. Orang-orang ini mandang kehidupan dipenuhi oleh
anugerah sehingga mereka mrasa aman dan bahagia dengan dirinya sendiri,
seneng berbagi, seneng liat orang lain tumbuh dan berkembang, dst, dsb.
Sedangkan jealous limiting adalah sikap seseorang yang iri
hati dan slalu membatasi orang lain untuk merasa senang dan berkembang.
Orang-orang kayak gini mandang kehidupan ini terbatas jumlahnya
sehingga mereka sulit berbagi, slalu ingin lebih dibandingkan ama orang
lain, slalu khawatir ato gak seneng bila liat orang lain sukses."
ok.
GENEROUS GROWING dan JEALOUS LIMITING
seperti yang udah ditulis Adzan, poin penting dari Generous Growing adalah :
- sikap murah hati
- senang mengembangkan dirinya sendiri DAN membantu orang lain untuk berkembang
- bahagia dengan keadaan dirinya sendiri
- senang berbagi
- senang melihat orang lain berkembang dan bahagia
contoh orang yang Generous Growing sebenernya banyak ditemui di kehidupan kita sehari-hari. nggak usah membayangkan yang terlalu muluk deh.. mari kita coba liat dari hal-hal kecil.
- murah hati.
sebaiknya kita nggak ngukur bahwa seseorang itu murah hati atau tidak dengan banyaknya uang yang dia berikan pada orang lain, atau volume darah yang dia donorkan untuk orang yang perlu.
coba kita liat di sekitar, pernah nggak kita ngliat orang yang selalu merogoh saku celananya ketika melihat pengemis, walaupun ternyata di saku nya nggak ada uang sepeserpun untuk dia berikan dan kemudian melintas raut kecewa di wajah nya dan akhirnyapun dia berlalu saja tanpa memberi apapun pada si pengemis?
itu sudah murah hati loh.. atau coba liat orang yang nggak pernah lupa bilang "Terimakasih", orang yang nggak lupa bilang "tolong" ketika nyuruh sesuatu ke pembantunya, yang spontan minta maaf ketika kesenggol orang di jalan tanpa mikir bahwa itu bukan salah dia, yang menolak pengamen dengan tersenyum, dan orang yang selalu bilang "permisi" ketika lewat di hadapan orang lain.
hal-hal remeh kan? tapi it does really mean for somebody.
orang pasti tau dan bisa bedain, mana senyum yang tulus dan mana senyum yang "basi". dan seperti kasus yang tadi, ketika lo emang ternyata nggak punya uang sepeserpun untuk mewujudkan niat baik lo ngasi si pengemis, gue yakin saat lo senyum ke pengemis dengan tulus, itu sepersekian persen udah mengurangi kegelisahan hatinya dia karena belom makan seharian dan dia pasti tau, lo udah punya niat untuk ber-murah hati sama dia.
"semua yang datangnya dari hati, pasti akan sampainya ke hati.."
yang namanya niat baik, pasti udah dicatet malaikat sebagai amal. begitu pula ketika lo tersenyum, bilang "terimakasih", "maaf", "tolong", "permisi". semua bisa jadi tabungan amal asal niat kita bersih dan positif.
yah tentu aja akan lebih baik kalo kita banyak memberi sih.. gue bukan mau sok religius ya di sini, tapi kalo boleh ngutip apa yang pernah gue denger dari ustadz Arifin Ilham di sebuah pengajian ibu-ibu, "makin banyak kita memberi, makin banyak yang kita terima".
selain kasus pengemis, bagi gue, memberi uang sekedarnya ke kaum yang kurang beruntung itu bentuk apresiasi juga. contohnya kalo menghadapi pengamen. kalo emang situasinya memungkinkan, nggak ada salahnya kita nggak buru-buru nolak pengamen. coba dengerin aja dikit lagunya. perhatiin skill dia main gitar atau tone suaranya. buat gue pribadi, hal-hal itu harus dikasi apresiasi. kadang kalo emang pengamen yang gue temui emang suaranya stabil (ngga perlu bagus) atau main instrumen musik dengan nada yang nggak asal "genjreng", gue merasa perlu untuk memberi penghargaan buat pengamen itu. entah ditambahin 1000 rupiah dari pengamen yg biasa aja, atau sekalian kasi uang yang bukan recehan. so, beramal bukan hanya karena dasar kasihan, tapi berdasarkan apresiasi.
2. mengembangkan diri sendiri dan orang lain. jangan dulu pnya asumsi negatif sama orang yang sibuk atau pecicilan. jangan memandang sebelah mata sama orang-orang yang aktif berorganisasi atau jadi pemerhati politik. ada kala nya, orang menganggap "ngapain sih ikut2an gituan, bikin ribet diri sendiri aja, mending jalan2, santai2, ngopi2..". hal kaya gini biasanya keluar dari mulut orang yang nggak suka aktif dalam suatu perkumpulan, kegiatan, atau organisasi.
PENGALAMAN. itu aja kata kuncinya. cuma pengalaman yang bisa membantu kita untk mengembangkan diri. dengan punya pengalaman, pasti kita jadi belajar ilmu baru. dan memperkaya wawasan itu adalah sesuatu yang nggak ternilai harganya.
kadang ada orang yang gue temui, dia justru merasa bangga dengan ke-nganggur-an nya.buat gue sih aneh.
atau, dia ribet dengan satu komunitas tapi menutup diri buat hal yang lain-lain. contoh : misalnya seseorang adalah anak "perkumpulan copet".tiap hari mainnya harus di "perkumpulan copet", pacar nya harus copet, ipar nya harus anak copet juga, temennya harus copet. ya begitulah. menurut lo enak ngga sih hidup kaya gitu? jadi pengetahuan yang lo punya cuma pengetahuan copet doang seumur hidup lo? males? gue sih males.
3. senang berbagi. well.. kalo berbagi dengan yang lebih membutuhkan, itu klise lah ya. itu emang udah wajib hukumnya. coba kita persempit. pernah nggak nerima oleh-oleh dari temen lo yang baru dari luar kota, berupa satu bungkus keripik berat 100gr, yang harus dibagi-bagi sama 50 orang temen sekelas lo? lagi-lagi kalo gue boleh bilang, kita ngga seharusnya kemudian mengeluh apalagi menghujat. bilang kalo dia nggak niat bawain oleh-oleh lah, pelit lah, medit lah. coba bayangin, dengan dia inget sama temen2nya dan bawain oleh2 aja itu udah tanda kalo dia pengeeeen bgt berbagi kebahagiaannya dia sama temen2nya. Generous kan?
siapa yang tau kalo dia ternyata cuma punya uang 10.000 rupiah, yang SEBENERNYA bisa dia abis2in buat blanja2 barang2 yang dia seneng. tapi kenyataannya, yang 5000 dia sisihin buat beli oleh-oleh buat temen-temennya. sedih kan dia karena niatnya dia ngga dihargai sama temen2nya?
makanya tadi di awal gue bilang, "terimakasih" aja, itu udah berarti bgt buat seseorang.jangan lupa bilang terimakasih buat apapun yang kamu trima dari orang lain, baik itu cuma jasa nyebrangin jalan, kaos-kaos lucu, jam mewah, atau sekedar 1 gram remahan kripik kentang dari temen kamu.
4. senang melihat orang lain bahagia.
ada beberapa kata-kata sakti penyejuk jiwa selain "terimakasih","tolong","maaf","permisi". ketika kamu ulangtaun, seneng nggak kalo banyak temen kamu yang ngasi ucapan selamat? atau waktu kamu wisuda, pindahan rumah, lulus ujian, atau baru jadian?
jangan bo’ong deh, pasti seneng kan?! ini dia contoh berbagi kebahagiaan yg lain. forgive me of being forgetful.. gue akui gue pun banyakkan lupa daripada inget tanggal ulangtahun orang.pernah juga gue alami, gue baru inget kalo ada temen gue yang ulangtahun, pas gue mau sms, mendadak gue urung. gue inget kalo pulsa gue tinggal dikit, dan terbersit di pikiran gue, "ini pulsa mendingan gue pake buat smsan sama pacar gue".
Saat kemudian pulsa gue abis (buat smsan sama pacar gue), gue jadi nyesel, duh kenapa ya timbang 350 rupiah doang gue ga mau korbanin?padahal, mungkin nilai smsnya lebih berarti buat temen gue yang ulang taun (secara dia pasti seneng toh ada yang merhatiin dia di hari ultahnya) daripada buat pacar gue yang emang notabene hampir tiap hari ketemu pada saat itu.
gue, sebagai manusia, mungkin memang belum pantas untuk dapat dikategorikan sebagai orang yang Generous Growing. tapi sebagai manusia juga gue sadar untuk selalu belajar dari semua pengalaman dan pengetahuan gue, gue sadar bahwa diperlukan kemauan, ketulusan, dan usaha, untuk mewujudkan diri kita sendiri sebagai pribadi Generous Growing. semoga..
okelah.mari kita beralih ke tipe Jealous Limiting. poin menonjol dari tipe Jealous Limiting adalah :
- iri
hati - slalu membatasi orang lain untuk merasa senang dan berkembang
- sulit berbagi
- merasa tersaingi dengan orang-orang di sekitarnya
- bersikap khawatir dan tidak senang melihat orang lain sukses
kalo diliat, tentu nggak ada yang bisa dibanggakan ‘kan dari poin-poin negatif nya si Jealous Limiting? secara gue udah memaparkan beberapa point-of-view gue tentang hal-hal yang mungkin adalah gambaran tipe Generous Growing, pastinya kalo ngomongin lawannya, si Jealous Limiting, udah tinggal yang jelek-jelek nya aja toh?
1. iri hati. nah, denger kata "iri" aja konotasinya udah ngga enak. tibatiba nyeletuk "ih sumpah deh tengil bgt tu anak!sok cantik deh!", padahal ketika kita liat ke arah orang yang diomongin, kita mengakui dalam hati kalo orang yang lewat itu EMANG CANTIK. lagipula, dia cuma lewat aja di depan kita, kok bisa-bisa nya kita SOK KENAL dan SOK TAU kalo dia itu tengil?? hal kecil gitu aja udah membuktikan bahwa ada rasa iri sama kecantikan orang yang lewat itu.
Jaman sekarang kayaknya halhal yang remeh cepet bgt bikin orang iri dan kemudian berkembang jadi sirik yang nggak sehat.
-orang udah cantik dari lahir (maksudnya ngga perlu make-up udah cantik gitu) jadi salah di mata si-orang-iri.
-orang punya temen lebih banyak dari dia (DIA refer to : si-orang-iri) juga salah..
-orang lebih pintar dari dia salah juga..
-orang pernah ke tempat-tempat yang dia blom pernah datengin, salaaah..
-orang punya uang lebih banyak, salaaaaahhh….
-orang punya pacar lebih ganteng dari pacar dia, salah lagiii…
ih. capek ngga sih jadi orang iri?
kenapa nggak mengakui aja kalo emang ada orang lain yang lebih unggul dari kita? toh kita justru bisa banyak belajar dari orang tersebut?
let say,
kalo ngiri sama orang yang lebih bisa diterima di masyarakat (baca: G4uL , hehe:D), coba kita mengakrabkan diri sama dia, kita serap ilmu "berteman" yang dia punya. sejauh ngga bertentangan sama nilai-nilai yang kita anut, kayanya itu malah menguntungkan kita kan?
sama orang yang lebih cantik, buat apa ngiri?akuin aja dan pelajari aja bagaimana cara dia berpenampilan. gue di sini bukan ngajarin untuk meniru identitas orang lain lho.. kita semua, manusia, udah lahir dengan identitas masing-masing, yang semuanya itu positif. kita semua terlahir cantik. bagaimana cara kita mempresentasikan apa yang kita miliki itu aja yang perlu sedikit strategi.bangga lah dengan diri kita sendiri. dengan begitu orang akan menilai kita POSITIF.
positif = cantik!
2.membatasi orang untuk berkembang.
contohnya gini, kita punya tetangga yang bahasa inggrisnya payah.pokoknya kita jauh lebih jago dari dia deh. lalu suatu hari, tetangga kita bilang kalo dia mau les bahasa inggris, lalu spontan kita menjawab "alaaah..ngapain sih..mahal tauk, buang2 duit. udah ngga usah.."
kata-kata kita itu, pasti menggoyahkan niatnya tetangga kan? hey! ada apa sih? kok ngga seneng liat orang selangkah lebih maju? takut kalah ya??
TAKUT KALAH. thats the key word for this type of person. dengan takut kalah, sama aja kita memberi statement bahwa kita SUDAH KALAH. kasian kan? gue sih kasian bgt liatnya..
atau, pacar temen kita cantik dan pinter bgt, suatu hari ketika mereka ada sedikit masalah, kita bilang gini "udahlah putus aja, ngapain sih lo?kaya ngga ada cewe lain aja?!"
idiiiiiihhh…ini mah ketauan bgt ngiri nya.TAKUT KALAH CANTIK. hehehehe gila deh kasian bgt.. cemburu niiiyeeeeee…. ;D
3. sulit berbagi.
duh, langsung aja ya..yg bisa gue bilang cuma MEDIT! berbagi apa aja deh.. ya uang, ya kebahagiaan…semua diambil sendiri, "di-pek dhewe" kalo kata orang jawa. yang bikin kasian yaaa…kalo kebetulan dia muslim (sekali lagi, gue bukan sok religius, tapi gue ngga tau isi ajaran agama lain selain agama yang gue anut, jadi gue ngasi contoh pake agama gue sendiri), berarti ya kasian.. semakin sedikit yang dia "berikan", semakin sedikit juga dia "menerima". fair enough, ‘kan?
hehehehehehehe.
well..well…
memang
banyak orang tipe Generous Growing yang bisa kita temui di lingkungan kita sehari-hari.. tapi TERNYATA tipe Jealous Limiting LEBIH BANYAK LAGI!
secara kebetulan, ketika gue membaca blog
nya si Adzan, gue merasa ada link antara tulisan Adzan dengan sebuah
masalah sosial yang pasti pernah dialami semua orang di dunia :
di-sirik-in.
semua yang ngalamin, pasti berpendapat bahwa di-sirik-in adalah keadaan yang sedikit banyak "tidak adil".
sekalipun begitu fakta nya, dengan tulisan ini gue mau ngajak semua yang baca untuk mulai meninggalkan sifat2 negatif dan mengembangkan sifat2 positif seperti si-Generous-Growing..
yang merasa dirinya masih jadi si-Jealous-Limiting, yg negatif mending di-ilang-in cepet2 deh sebelum lo DITINGGALIN orang-orang di sekitar lo..
Life’s Hard, baby… but there are a zillions way to make it more easier, and being positive is one of them.
ingat ya temans… selalu senyum dengan tulus, bilang "terimakasih" untuk hal paling kecil sekalipun, bilang "kata-kata sakti" lain, dan bangga menjadi diri sendiri.
ngiri dan sirik cuma bikin capek. tapi kalo kamu emang senengnya ber-capek-capek, yaaa… silakan.. hak lo kok.paling lo rugi aja ga bisa menikmati indahnya dunia.
dan yang paling penting :
"segala yang datang dari hati, pasti sampai ke hati juga"
BE A GENEROUS GROWING ONE!
cheers!
catatan untuk Adzan (jika kamu membaca ini sayangkuuu.) : tolong koreksinya ya Dzan kalo gue ada salah2 nulis. nice to share knowledges with you..





jelek sekali bukan?? 

